G-SPOT

Sebenarnya posting ini untuk mencari jawaban atas pertanyaan berikut :
clitoris atau G-spot yang bisa membangkitkan orgasme lebih cepat ?
Nah, yang terjadi malah menambah literatur dari internet deh

Orgasme mungkin lebih merupakan sebuah persepsi mental daripada sebuah pengalaman phisik bagi para wanita, lebih daripada para pria,
sebagai hasil dari pelarangan seksual yang hebat ditempatkan pada wanita. Kemampuan seorang pria untuk mencapai ereksi dan ejakulasi
merupakan sebuah simbol kejantanannya, gairah seksual seorang wanita dan kenikamatan seksual mungkin terlihat sebagai “diluar kontrol” dan “ceroboh”.
Itu mungkin mengapa para wanita seringkali kurang mengalami orgasme daripada pria karena salah satu harus berpura-pura bahwa keduanya sama-sama orgasmik
saat dilahirkan.

Bangkitnya gairah wanita dalam mencapai orgasme dapat diindikasi oleh kejadian fisik berikut :
* Dimulai dengan pelumasan vagina, dalam 10- 30 detik.
* 2/3 bagian dalam vagina membesar.
* Uterus (rahim) dan cervix ( mulut rahim ) tertarik ke atas.
* Labia majora menipis dan berpisah.
* Ukuran labia minora meningkat.
* Ukuran clitoris (kelentit) membesar.
* Puting susu menjadi tegak sebagai akibat dari kontraksi-kontraksi otot-otot.
* Saat berada pada gairah puncak, ukuran payudara dapat membesar.

Seperti yang disebutkan di atas, pelumasan vagina sebagai akibat dari vasocongestin pada dinding vagina. Cairan lembab “merembes” dari dinding vagina
sebagai akibat meningkatnya darah yang terdorong ke sana. Proses ini disebut “Transudation”. Tetesan kecil dari cairan lembab terbentuk di dalam vagina
sebagai akibat dari rembesan ini. Tetes-tetes cairan ini terkumpul bersama-sama dan mengalir keluar dari vagina, menyebabkan vulva menjadi lembab.
Banyaknya, ketebalan, dan bau pelumas vagina wanita bervariasi di antara wanita satu dengan yang lainnya, dan dengan wanita yang sama tergantung pada
banyak faktor, termasuk kondisi menstruasinya, dan apa yang telah dia makan. Adanya pelumasan vagina tidak menandakan bahwa seorang wanita betul-betul
siap untuk melakukan hubungan intim, juga bukan berarti tidak adanya pelumasan menandakan dia tidak bergairah seksual.
Beberapa wanita menghasilkan sedikit cairan lembab dan memerlukan penggunaan pelumas berbahan dasar air,
seperti Jelly K-Y. (Penggunaan pelumas dengan bahan dasar petroleum bisa mengakibatkan infeksi vagina).
Sementara hal itu sangat normal atau bersifat sementara, jika anda mengalami masalah dengan kekeringan vagina selama hubungan intim,
periksalah ke dokter anda. Wanita yang lainnya menghasilkan begitu banyak cairan lembab sehingga mereka membasahi semuanya,
yang mana dapat memalukan pada saat itu terjadi di tempat umum. Hal ini juga normal, dan ini hanya merupakan akibat dari berbagai variasi dalam tubuh wanita.

saat wanita stabil, terjadi indikasi fisik berikut :
* Ditandai dengan peningkatan ketegangan seksual.
* Peningkatan vasocongestion dalam vagina disebabkan 1/3 dari bagian luar vagina membengkak, menyebabkan ukuran lubang vagina menurun mungkin 30%.
* 2/3 bagian dalam dari vagina menggembung. Seorang wanita bisa mengalami hasrat yang kuat untuk dipenuhi, rasa sakit pada vagina.
* Jumlah pelumasan vagina bisa menurun selama tahap ini, khususnya jika diperpanjang.
* Clitoris (kelentit) menjadi ereksi secara meningkat, kelenjar bergerak ke arah tulang panggul, menjadi lebih tersembunyi oleh bagian tudungnya.
* Labia minora sangat meningkat ketebalannya, sekitar 2-3 kali.
* Peningkatan ukuran labia bagian dalam bisa memisahkan labia bagian luar mengakibatkan lubang vagina menjadi lebih menonjol.
* Warna labia minora berubah dari merah muda menjadi merah bagi wanita yang belum melahirkan, dari merah terang menjadi merah gelap pada wanita yang telah melahirkan. Warna yang sebenarnya bisa bervariasi, tetapi tidak ditandai perubahan warna.
* Areola, daerah berwarna disekeliling puting susu menjadi membengkak.
* Payudara, meningkat ukurannya 20-25% bagi wanita yang belum menyusui bayi, bagi wanita yang telah menyusui, kurang atau tidak ada peningkatan ukuran.
* 50% -70% wanita mengalami “gejolak seks” pada dada mereka dan daerah tubuh lainnya akibat dari meningkatnya aliran darah dekat permukaan kulit.
* Detak jantung meningkat, mungkin berdebar dengan jelas.
* Adanya suatu tanda peningkatan dalam besarnya tegangan seksual pada paha dan pantat.
* Tubuh seorang wanita sekarang secara penuh siap untuk melakukan hubungan intim melalui vagina.

Meskipun agak sulit untuk mengetahui terjadinya orgasme pada perempuan, namun sebenarnya ada beberapa ciri yang menurut Ferryal bisa menjadi tanda
kalau perempuan sedang mengalami orgasme. Saat orgasme, perempuan akan mengalami kekakuan pada otot-otot tertentu,
terutama di sekitar pelvis (panggul), termasuk daerah genitalnya. Selain itu, akan muncul suara erangan, desahan, atau bahkan teriakan.
Namun, ciri yang terakhir tidak selalu muncul karena banyak perempuan yang mencoba menahan erangan atau desahannya,
mungkin karena malu atau takut didengar orang lain. Padahal, pengekspresian libido yang sedang memuncak, dengan erangan, desahan,
atau teriakan bisa meningkatkan kenikmatan.

Keluarnya cairan yg bukan kencing sering disebut sebagai female
ejaculation, dan hampir sama seperti pria pada umumnya, setelah
ejakulasi, kemudian jumlah rangsangan menjadi menurun dan berangsur
cool, kemudian baru up lagi setelah mendapatkan cukup istirahat.

Sex organ adalah karunia Tuhan, dan oleh kerena itu keduanya dlm psangan boleh menikmati
karunia itu dg mengetahui lebih dalam ttg hal tersebut.

rangsangan klitoris bisa membuat ejakulasi, bisa dikatakan sangat jarang, karena pada umumnya
rangsangan klitoris jarang membuat terjadinya pemompaan. Jadi peliharalah, dan jangan menjadikannya karena rangsangan yg
keliwatan sehingga membuat takut istri anda .
Keep komunikasi, terkadang gerakan, yg anda pikir disenangi, malah tdk
disukai karena rangsangannya terlalu amat sangat sehingga tdk bisa
merasakan hal yg lain lagi.

Orgasme bagi wanita seperti ledakan
gunung yang dahsyat, atau halilintar yang menyambar menggelegar.
Detik-detik itu wanita serasa berada di dunia lain, di samudera
kenikmatan. Hanya saja tak sedikit wanita yang gagal orgasme atau
bahkan tak pernah orgasme.

Meski ada wanita yang mengaku orgasme bukan segalanya, tapi tak sedikit pula ‘tersiksa’ dan merindukan orgasme bila tak datang.
“ML saja memang nikmat, tapi tetap saja ada sesuatu yang hilang bila ML tanpa orgasme,” tutur seorang seleb cantik Indonesia.
Nah, reguk kenikmatan bersama. Jadilah teamwork yang solid. Jangan asyik orgasme sendiri!

Regard’s..

0 Responses to “Did You Know ?”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: